Just another WordPress.com site


Selama ini pemerintah selalu mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya telah berhasil mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, dan seterusnya dan seterusnya.

Namun menurut saya pribadi dari apa yang saya alami dalam keseharian saya. Baik yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, melalui media cetak atau media elektronik. Saya teramat banyak melihat bagaimana masyarakat bawah tidak tersentuh sama sekali oleh kebijakan pemerintah. Sangat banyak contohnya: sistem peradilan yang secara jelas-jelas selalu memihak pada yang punya “power” dan yang punya uang tapi sangat beringas pada yang lemah, kecil, miskin  dan tak berdaya. Kemudian pemberantasan korupsi yang diwarnai tekanan dan intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan, ini terlihat dari lambannya kerja KPK seakan ada kekuatan hitam yang selalu mengganggu. Lalu, anggaran belanja negara yang terkesan dihambur-hamburkan untuk sesuatu yang sama sekali bukan menjadi skala prioritas. Contohnya: pembelian kursi dengan harga 24juta per biji (import dari Jerman) walaupun sudah diganti, kemudian beli pesawat kepresidenan seharga 58,6 juta US$ dengan catatan uang yang dipake beli itu pinjem alias ngutang entar ya kita-kita juga tuh yang nyicil utangnya, hebat tidak? Yang pakai dan menikmati siapa yang bayar siapa??? hhhh…memang sungguh terlalu.

Bisa kita bandingkan dengan apa yang masyarakat alami. Mau sekolah saja anak-anak harus bertaruh nyawa (ini bukan jaman penjajahan bung). Hhhh…sungguh ironis, masyarakat disuruh berhemat dan hidup sederhana tapi wakil rakyat dan pejabat negara banyak yang melakukan pemborosan.

Kebijakan teranyar pemerintah kita yang menurutnya memihak rakyat kecil adalah menaikkan harga BBM. Kata pemerintah rakyat harus mengerti keadaan kas negara dan kata pak mentri klo BBM tidak dinaikkan maka negara akan kolaps. Terus kapan pemerintah mau mengerti dengan keadaan rakyatnya terutama rakyat yang di bawah. Jangan hanya waktu pemilu saja semua pelosok desa dan pedalaman di kunjungi sok diperhatikan demi menaikkan suara. Tapi, begitu duduk di kursi yang empuk lupa segalanya.

Dalam UUD jelas tertera “anak-anak terlantar dipelihara oleh negara” nyatanya pemerintah bukan cuma memelihara tapi mengembang biakkan sehingga jumlah anak terlantar terus bertambah. Kemana mereka yang dulu kampanye dengan janji manis???

Ada lagi, masalah pegawai pajak yang korup. Hmm…kong kali kong dengan pemilik perusahaan agar tidak banyak kena pajak. Termasuk di bea dan cukai pasti saja ada praktik-praktik hitam oknum petugas. Kemudian pungutan liar di jalan raya kepada para pengemudi truk agar lolos dari pemeriksaan. Pengusaha hitam juga banyak andil dalam terjadinya oknum-oknum nakal petugas negara.

“bumi air dan segala kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” . Ini malah sebagian besar dikuasai asing dan dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran orang-orang yang punya deal dengan “penguasa” dan pihak asing. Dan rakyat bagaikan tikus yang mati di lumbung padi. “IRONIS”

Konklusi dari semua masalah ini adalah saya kita masyarakat butuh pemimpin yang sederhana dekat dengan rakyatnya mau mendengarkan masalahnya dan memberikan tindakan nyata agar masalahnya ada jalan keluarnya. Namun juga pemimpin harus bisa tegas dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan rakyat bawah. Mau melindungi martabat bangsa walau nyawanya sendiri menjadi taruhannya. Seperti halnya raja-raja jaman dulu yang selalu maju paling depan ketika berperang dengan gagah demi melindungi rakyatnya. Bukan bersembunyi dibalik kesantunan yang terlalu dilebih-lebihkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: